Mengapa Kata-kata "Ringan" Bisa Punya Dampak Besar
oleh: Tim Jurnalistik SMPN 3 Pamulihan
Halo, Sobat Spentipal ! Salam Adipati ! 👋
Kami sangat antusias untuk membagikan sebuah inisiatif penting yang baru saja diluncurkan di lingkungan sekolah kita. Video kampanye internal kami kini hadir untuk mengajak kita semua merenung: Bagaimana Etika Berbahasa Membentuk Karakter Sekolah Kita?
Video ini, yang merupakan bagian dari kampanye internal SMPN 3 Pamulihan, bukanlah sekadar tontonan, melainkan sebuah ajakan serius untuk kembali menyadari pentingnya etika berbahasa di setiap sudut sekolah.
🧐 Ketika "Candaan" Berubah Menjadi Normalisasi
Sering kali, kita mendengar kata-kata slang atau bahasa gaul tertentu, seperti "anjay" atau istilah sejenis lainnya, terlontar begitu saja dalam percakapan sehari-hari di antara teman. Awalnya, mungkin kita menganggapnya sebagai candaan ringan, bumbu percakapan, atau sekadar tren yang tidak berbahaya.
Namun, tanpa kita sadari, normalisasi penggunaan kata-kata tersebut secara perlahan berpotensi menciptakan dua masalah besar:
Mengikis Rasa Saling Menghormati: Bahasa yang kasar, meskipun dimaksudkan untuk bercanda, dapat menumpulkan kepekaan kita terhadap kesopanan. Kata-kata yang tadinya terlarang, kini dianggap wajar, dan ini bisa merusak tatanan komunikasi yang berbasis hormat.
Menciptakan Lingkungan Kurang Kondusif: Ketika komunikasi didominasi oleh istilah-istilah yang minim sopan santun, lingkungan belajar kita bisa terasa kurang nyaman dan suportif, terutama bagi mereka yang sensitif atau menjadi target "candaan" tersebut.
🤝 Ini Bukan Soal Melarang, Ini Soal Memilih
Kampanye ini bukan bertujuan membatasi kreativitas atau melarang ekspresi diri. Sebaliknya, kami ingin mengajak seluruh warga sekolah—mulai dari Bapak/Ibu Guru, Staf TU, dan terutama seluruh Siswa/i—untuk menjadi lebih bijak dalam memilih kata.
Bahasa adalah cerminan budi pekerti kita. Dengan memilih kata-kata yang baik, sopan, dan santun, kita tidak hanya menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, tetapi juga membangun citra diri sebagai pelajar yang beradab dan berkarakter.
✨ Mari Ciptakan Budaya Sekolah yang Positif
Melalui inisiatif ini, mari kita bersama-sama
Mengembalikan Nilai-Nilai Sopan Santun: Jadikan bahasa yang santun sebagai identitas utama pelajar SMPN 3 Pamulihan.
Menciptakan Ruang Aman: Pastikan setiap warga sekolah merasa dihargai dan aman dari bahasa yang berpotensi menyakitkan.
Mendukung Pembelajaran: Lingkungan yang penuh rasa hormat adalah pondasi terbaik untuk proses belajar mengajar yang efektif.
Mari bersama-sama menjaga lisan kita dan menciptakan suasana belajar mengajar yang beradab, positif, dan suportif di SMPN 3 Pamulihan.
Saksikan video kampanye internal kami dan jadilah bagian dari perubahan positif ini!
#SMPN3Pamulihan #EtikaBerbahasa #PendidikanKarakter #BudayaSekolah #StopAnjay #SopanSantun #SekolahAman #AntiBullying #RemajaPositif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar